Sunday, December 19, 2010

MalaM iNi PAsTi beRUbah

Mungkin malam ini sendiri,


Malam ini aku dan diri aku ini.





Biarkan sendiri,

Jangan diganggu aku,

Tolong jauh,

Tolong lesap,

Jangan munculkan lagi lubang luka ini.





Sakit,

Parahnya pun jadi merah berlinangan.





Mana bisa hidup dengan meratapi memori silam,

Sebenarnya kita harus terima yang pergi tetap pergi,

Dan yang didepan ini harus dijalani.





Kau kata yang didepan ini harus dijalani?

Mana bisa jika hati ini bagai digilis kereta?





Indah,

Kau ciptakan cinta,

Kau ciptakan rindu,

Kau ciptakan mimpi.





Yang terbaik darimu,

Kau juga ciptakan derita,

Kau ciptakan air yang menitis ini,

Kau ciptakan benci hati,

Kau ciptakan kepalsuan yang aku sudah terjerat.





Sakit bukan kepalang bila dibenci insan yang pernah kita jiwakan dulu,

Mungkinnya dia disana tidak ada rasa belas pada aku kerana sudah ada mangsa baru,

Mungkinnya dunia ini sudah pupus nilai manusiawi yang luhur itu.





Dunia,

Berikan dulu,

Waktu segalanya putih,

Sebelum jadinya hitam jelik.





Malam esok,

Mungkin seterusnya,

Aku masih disini sendiri,

Bersama puisi jiwa kacau ini.





Terlalu kacau.

SePi

Bisik Ku Pada Bulan
Kembalikan Temanku
Kekasihku, Temanku
Tanpa Dia Malam Menemaniku
Sepi Memeluku
Bulan Jagan Biarkan Siang
Biarkan Malam Ini Kelam
Biar Ia Sepi Spertiku
 
Uhmm..