Kuterasa malam ini bagai malam misteri....
Yang tidak seperti malam-malam sebelumnya....
Kulewati hanya untuk memikirkanmu.....
Dalam setiap saat kunantikan pangilan mu memangil sayang....
Kulalui malam hanya dengan bayangmu.......
Dan aku tidak baisa hidup seperti ini....
Terperuk dalam kesakitan hati....
Berjuang hanya untuk melewati....
Beban yang kian hari kian menumpuk.....
Aku gila dengan semuanya.....
Semua kehidupan bagai kata-kata kosong....
Hingga malam ini ku masih meratapi penderitaan hati.....
Diamanakah engkau yang ku sayang....
Aku sungguh memikirkanmu untuk datang....
Membawa suatu cerita menarik untuk jiwa ini....
Sungguh malam yang belalu disaat ini....
Aku masih menafikan semuanya....
Dan tak ingin malam ini menjadi malam misteri....
Tanpamu.....
Malam ini terasa sepi sekali.....
Hanya sesekali suara jangkrik memecah kebisuan.....
Kadang nyaring. menyentak lamunanku.....
Kadang pilu. menggugah sudut hatiku.....
Mengusik segala diamku. Kembalikan kenangan waktu itu.....
Saat-saat kau ada bersamaku dengan riangmu....
Nafas ku semakin pelahan....
Suara-suara itu semakin lama makin membahana....
Berirama di telingaku.....
Mengikuti detak-detak jantungku. terasa semakin bernada.....
Seakan mengajakku melangkah ....
Menerjah alam mimpi yang tidak kesudahan...
Dap… dip… dup.
Aku behayal berputar. menari.....
dalam irama ilusi. aku semakin asyik bermimpi.....
Aku terus menari. terbang. melayang......
Sampai menembus gumpalan awan. halus....
Lembut.....sayu...tidak dapat ku ungkapkan....
Tersentuh oleh ujung-ujung jariku.....
Putih.... biaskan cahaya indah di pelupuk mataku.....
Aku terus menari. menghibur diri. mengisi sepi.....
Mengukir rasa pada hari-hari ini.
Tanpamu.....
Aku tenggelam dalam nadaku.....
Terlarut dalam rangkaian kata-kataku......
Aku terus menari. dan akan tetap menari......
Sampai kau datang mengganti.....
Sampai kau kembali mengusir malam yang sepi.....
Aku akan terus diulit mimpi....
Sampailah engkau dtng menerpa aku yang sepi.....
Tuesday, August 23, 2011
Monday, August 22, 2011
DisaAT haDIrmU
Disaat luka menggores perasaanku
Kau hadir sebagai pembalut lukaku
Disaat kehancuran menyentuhku
Kau hadir sebagai penyelamat jiwaku
Disaat kesedihan menghampiriku
Kau hadir sebagai penyemangatku
Disaat ego menguasai diriku
Kau hadir sebagai perendam amarahku
Disaat kejenuhan menjamahku
Kau hadir sebagai penghiburku
Disaat gundah gelisah menyelimutiku
Kau hadir sebagai penerang jiwaku
Disaat bimbang mengganggu
Kau hadir sebagai penunjuk jalanku
Disaat kegagalan menjatuhkanku
Kau hadir sebagai pembangkit ketegaranku
Disaat ketakutan mengusik hidupku
Kau hadir sebagai penjaga dan pelindungku
Hingga kebahagiaan merabaku
Kau hadir sebagai pelengkap segalanya
Aku bersyukur padamu Tuhan
Kau hadirkan dia untukku
Disetiap cobaan hidupku
Dan mewarnai hidupku
Engkau tabah menemaniku
Dalam setiap dugaan serta cabaran
Engkaulah pembangkit semangat ku kini
Tampa engkau aku rebah
Tersungkur menyembah kebumi
Tepelosok kealam fantasi...........
Kau hadir sebagai pembalut lukaku
Disaat kehancuran menyentuhku
Kau hadir sebagai penyelamat jiwaku
Disaat kesedihan menghampiriku
Kau hadir sebagai penyemangatku
Disaat ego menguasai diriku
Kau hadir sebagai perendam amarahku
Disaat kejenuhan menjamahku
Kau hadir sebagai penghiburku
Disaat gundah gelisah menyelimutiku
Kau hadir sebagai penerang jiwaku
Disaat bimbang mengganggu
Kau hadir sebagai penunjuk jalanku
Disaat kegagalan menjatuhkanku
Kau hadir sebagai pembangkit ketegaranku
Disaat ketakutan mengusik hidupku
Kau hadir sebagai penjaga dan pelindungku
Hingga kebahagiaan merabaku
Kau hadir sebagai pelengkap segalanya
Aku bersyukur padamu Tuhan
Kau hadirkan dia untukku
Disetiap cobaan hidupku
Dan mewarnai hidupku
Engkau tabah menemaniku
Dalam setiap dugaan serta cabaran
Engkaulah pembangkit semangat ku kini
Tampa engkau aku rebah
Tersungkur menyembah kebumi
Tepelosok kealam fantasi...........
HadirMu BuaTku
Hatiku berbunga...
Mungkin kerana aku bercinta....
Hatiku berbunga...
Mungkin aku bekasih....
Tawaku riang...
Bukan kerana hidupku senang...
Aku bediam....
Bukan aku mengalah...
Keranamu...
Aku sudah tertawan...
Hati ku tepaut tidak keruan...
Dalam dunia penuh keindahan...
Tak mampu aku membenci....
Kerana engkau seorang wanita...
Teman pendengar luahan....
Bahkan teman pemain perasaan....
Terima kasih buatmu hellena...
Hadirmu bagi ku satu anugrah...
Kembalikan yang telah hilang...
Membawa aku pulang....
Dari derita kesedihan.....
Yang penuh kehampaan....
Mungkin kerana aku bercinta....
Hatiku berbunga...
Mungkin aku bekasih....
Tawaku riang...
Bukan kerana hidupku senang...
Aku bediam....
Bukan aku mengalah...
Keranamu...
Aku sudah tertawan...
Hati ku tepaut tidak keruan...
Dalam dunia penuh keindahan...
Tak mampu aku membenci....
Kerana engkau seorang wanita...
Teman pendengar luahan....
Bahkan teman pemain perasaan....
Terima kasih buatmu hellena...
Hadirmu bagi ku satu anugrah...
Kembalikan yang telah hilang...
Membawa aku pulang....
Dari derita kesedihan.....
Yang penuh kehampaan....
Sunday, August 21, 2011
DugAaN AllaH pAda hAMBaNyA
hidup tidak pernah sunyi daripada diselimuti pelbagai masalah.kadang,kita rasa terlalu lemah untuk melepasinya.kadang,kita terasa ingin pergi jauh darinya dan kadang kita tertanya-tanya,mengapa aku yang perlu menghadapi ini semua.padahal orang lain elok2 sahaja? hati...hati...hati manusia kan..kadang melatah juga...tapi,jangan pernah biarkan emosi menguasai diri kerana apapun,kewarasan akal dengan pimpinan Al-Quran dan sunnah perlu menjadi tunjang utama gerak fikir yang menentukan apa yang akan kita lakukan. ingatilah satu perkataan, SABAR , SABAR dan SABAR...jangan risau,janji Allah,bersama setiap kesukaran pasti ada kemudahan...semakin besar dugaan kita, pujuklah hati kita,katakan itu tanda, semakin besar perhatian dan kasih sayang Allah pada kita. analoginya, macam guru-guru kita dahululah. yang suka dimarah2 tu,ditegur 10kali itu sebenarnya kerana amat disayangi dan ingin kita menjadi orang berguna di hari muka. Allah lebih-lebih lagi.itu tanda Allah sedang mendidik kita dengan tarbiyah langsung drpdnya.andai org lain tidak diuji begitu,tidak mengapa,katakan pada diri kita,Allah syg kan kita,sbb tu,dihadiahkan dugaan besar itu. Allah tidak akn menduga kita melainkan sekadar kesanggupan kita.cabar diri.yakin pada diri.semuanya akan ok selepas ini. yang penting,bersangka baik dengan Allah selalu pasti ada hikmah yang istimewa sedang menunggu :) mungkin bukan di SINI tapi DI SANA yang pasti menanti dan lebih abadi ;)
Subscribe to:
Comments (Atom)