Friday, February 12, 2010

jAnGAn DuSTa

Aku tahu kau tak dapat melupakannya
Meski kini aku ada tepat di sampingmu
Jangan pernah berdusta,
Aku merasakannya
Cintamu belum berakhir untuk dia
Sekiranya aku hanya persinggahanmu
Lebih baik katakan sebelum ini jauh
Karena cinta bagiku harta yang berharga
Aku tak ingin kehilangannya

Segalanya ku berikan untukmu,
Tiada rasa cinta tersisa
S'moga saja waktu kan membuatmu
Memahami tulusnya kasihku
Terima aku apa adanya

Thursday, February 11, 2010

bAwaKAn ANgiN

Angin cukup ringan
dari sudut-sudut membawa kata-kata
menuturkan segala gerak
dan amat bijaksana
memanjangkan hikayat asal
segala loji peribadi terkuak.
.
Singgah di semua pintu
padat ke sekalian liang
menghimpun kejam-kejamnya
sekah dahan-dahan.
.
Angin begitu senyap
lahir dan biak
serta amat diam
menyimpan akar
demikian culas
menerbitkan rasa tidak senang
mengudiskan mangsa
tiada batasan waktu
atau halangan tertentu
gugur daun-daun meski masih hijau.

YAnG diTnGAlkAn

Yang kautinggalkan itu
kesan rasa yang
sempat kaumengerti sebenarnya
sewaktu keberangkatan.
.
(Puisi ini sebetulnya
patut kuserahkan
di saat hampir kehilangan itu
tidak sempat ia sempurna
sebak mencederakan
sebahagian bait ilhamnya).
.
Kau pun di sana
terdinding oleh laut
aku tidak begitu pasti
adakah gelombangnya
masih kaudengar
dalam mengggalas tanggungjawab
adakah telah kaulepaskan
rasa yang pernah disahkan
kerana sejak beberapa ketika
aku telah ketiadaan
pena sepimu di kertas biru.

kERasNye hATi mU itU

dalam gerimis salju yang menitis
dingin sedingin cintamu itu
aku termanggu terpaku
dungu menti mu
menungu terus menungu

salju menitis-nitis membasahi ku
setitik demi setitik menerpaku
dari pohon trus itu
sepi dikalbuku menjentik-jentik

aku masih menti pasti
terus menanti sampai kapan
kalimah keramat,dari
bibir mugilmu itu

namun tetap kau membisu
membiarkan pilu berlalu
dihatiku terus membeku

"masikah kau meragui ku"??
kau menunduk sayu
tiada jawapan
hanya tangisan yang menemanimu

aku pun terus menderapkan sepatu
melangkah meningalkan harapan
meningalkan mu di bangku kayu
meningalkan sekujur tubuh yang kaku layu

:::kuci hatimu itu buka ada pada ku
maafkan ku buat sekian kali
andai hadirku ini mengundang luka pada sanubari.....

Monday, February 8, 2010

pERgi bIArkAN BeLalu

hari perlahan-lahan menapak pergi...
pergi meninggalkan waktu itu bersahaja...
tiap derap-derap tapaknya yang berlalu...
langsung....tidak kudengari...
arah yang ditijui itu...
kerana asyiknya menyaksikan mimpi...
yang belum aku pasti kini..

kala itu aku terjaga...
mungkin ...aku terlewat...
kelibat hari nun jauh sekali...
melaburkan tirai denjanya...
sesekali aku berlari...
pergi mengejarnya namum...
aku..tetap hampa yang menyelubungi...
hanya penyesalan...
yang menghanat-hambat hati kecil ku...

aku tetap pasti...
aku tewas...
aku gagal...
aku kecewa...
aku pasti sang berlalu...
tidak kembali lagi...
namum aku tetap bersyukur...
takdir yang ku lalui...
kerana itulah aku...
yang mengharungi sebagai pengajaran...
aku...tetap...aku......